in.the.nesia


culturalcrosspollination:

Prambanan Hindu Temple in Central Java, Indonesia

culturalcrosspollination:

Prambanan Hindu Temple in Central Java, Indonesia

Source: culturalcrosspollination

negeriku:

7 Bintang laut di Bangka Belitung by M Reza Faisal on Flickr.

negeriku:

7 Bintang laut di Bangka Belitung by M Reza Faisal on Flickr.

Source: meransel

e-xplore:

Traditional floating market at Lokbaintan, South Borneo

e-xplore:

Traditional floating market at Lokbaintan, South Borneo

Source: e-xplore

[Flash 9 is required to listen to audio.]

Dari: http://aprilsnotes.wordpress.com/2011/06/08/chopin-larung/

Komposisi ini adalah salah satu komposisi terbaik yang diciptakan pada tahun 1975 oleh Guruh Soekarno Putra. Liriknya dalam bahasa Bali yang intinya bercerita tentang kegelisahan seorang seniman yang disimbolkan dengan “Chopin”, nama seorang komposer Barat ternama karena rusaknya budaya bangsanya (baca: Bali/ Indonesia) akibat westernisasi.

Komposisi ini demikian progresif karena ia mengambil sebagian dari komposisi “Fantasia Impromptu” karya Fryderyk Franciszek Chopin yang disandingkan secara elegan dengan gamelan Bali arahan I Gusti Kompyang Raka, pengrawit sohor di Bali kala itu. Komposisi ini dinamai “Chopin Larung” yang berarti Chopin Dihanyutkan.

Meskipun lagu ini diciptakan lebih dari 30 tahun yang lalu akan tetapi komposisinya demikian indah dan lirik sendunya masih sangat relevan hingga kini. Sungguh jauh kualitas komposisi ini jika dibandingkan lagu-lagu Indonesia saat ini yang menurut saya mayoritas “cengeng”. Berikut lirik lengkap Chopin Larung beserta artinya:

***

CHOPIN LARUNG

Yen Chopin padem ring Bali (Jika Chopin meninggal di Bali) 

kerarung saking Daksina (dihanyutkan dari Selatan)

Titiang mengenang Bali (Diriku mengenang Bali)

sunantara wong ngrusak – asik negara (sementara orang mengganggu negara/bumi)

***

Sang jukung kelapu – lapu (Perahu terombang-ambing)

santukan Baruna kroda (karena dewa laut murka)

Nanging Chopin nenten ngugu (Namun Chopin tiada memahami)

kadang ipun ngrusak seni – budaya (kadang bangsanya merusak seni budaya)

***

Risedeg sang jukung kampih (Ketika sang perahu terdampar)

ring Legian – Kayuaya (di Legian-Kayuaya)

‘te – lonte ring sisin pasih (pelacur di pinggir pantai)

anak lacur melalung ngadolin ganja (orang miskin telanjang menjual ganja)

***

Chopin ten uning ring Bali (Chopin tidak tahu mengenai Bali)

wong putih mondok ring Kuta (orang putih (bule) tinggal di Kuta)

Asing lenga lali ring Widi (Lupa pada Tuhan)

tan urungan jagi manemu sengkala (tak urung bakal menemui malapetaka)

***

Gending Chopin maring ati (Lagu Chopin di hati )

nabuhang wirama duka (melantunkan irama duka)

Duh nyama braya ring Bali (Duh, saudara-saudara di Bali)

dong sampunang banget nunaning prayatna  (tolong jangan terlalu…..)

Lagu/Syair : Guruh Soekarno Putra

Saduran : Guruh

Jakarta, 1975

The volcano with several notable eruptions over the last centuries - Merapi

North of Yogyakarta

Gudeg (“Unripened Jackfruit reduced in sweet sauce”), served over rice and other side dish, a traditional dish of Yogyakarta #culinary

Gudeg (“Unripened Jackfruit reduced in sweet sauce”), served over rice and other side dish, a traditional dish of Yogyakarta #culinary

Art pieces by indonesian artists displayed at Bazaar Art 2011

Pacific Place Mall, Jakarta

Tari Persembahan Sekapur Sirih (“Traditional Malay Welcome Dance”)
Performance of “Mak Jogi”, Grha Bakti Budaya, Taman Ismail Marzuki (Ismail Marzuki Art Center), Jakarta

Tari Persembahan Sekapur Sirih (“Traditional Malay Welcome Dance”)

Performance of “Mak Jogi”, Grha Bakti Budaya, Taman Ismail Marzuki (Ismail Marzuki Art Center), Jakarta

Soto Mie (“Noodle Soup with shredded cabbage, tomato and beef”) #culinary

Soto Mie (“Noodle Soup with shredded cabbage, tomato and beef”) #culinary

Indonesian version of fried duck #culinary 

Indonesian version of fried duck #culinary